Selasa, 29 Oktober 2013

FF I wanna Dance



Part 1.

Author : Ila,salam kenal ^^
http://www.facebook.com/aila.binggo?ref=tn_tnmn
Cast:
Jiyeon T-ara                = Jiyeon
Lee Hyun Woo             = Hyunwoo
Cho Kyuhyun Suju        = Kyuhyun
IU                                 = Naomi
Jessica SNSD                = Jessica
And other people = S4,Super Junior
Genre: Friendship,love and other

Author:

Jiyeon memegang amplop rumah sakit,matanya berair.Hatinya terpukul.Amplop ini sempurna mengubur mimpi dan cita-citanya.Cita-cita yang telah lama ingin diraihnya.Hyunwoo teman yang selalu bersamanya sejak kecil menatapnya prihatin dari balik pintu.Ntahlah,Hyunwoo benar-benar tidak tahu apa yang terjadi dengan temannya ini.Kotak putih dengan pita merah muda yang sengaja dipersiapkan Hyun-woo untuk sahabatnya Jiyeon dimasukkannya kembali kedalam ransel yang bersandar dipunggungnya.
“Ini bukan saat yang tepat”batin Hyunwoo.

Jiyeon pov:

“Aish,kenapa aku bisa sepabbo itu,ha?”.Jiyeon menghembuskan nafasnya,mengusap air mata yang sedari tadi mengalir dipipi manisnya itu.Amplop itu dilemparnya,dia tidak ingin memikirkan masalah ini lebih lama lagi.Jiyeon bukan gadis seperti itu.Dia gadis yang sangat tegar.

Krekk,Pintu terbuka.

Setengah kaget Jiyeon menoleh kearah pintu kamar rumahsakit,mata bulatnya menagkap wajah seseorang yang sejak dulu selalu menemaninya.

“Hyunwoo,kenapa kamu tidak memberi tahuku kalau kau akan kesini?” Tanya Jiyeon,dia berusaha menegarkan suaranya.

Hyunwoo menatap Jiyeon sekilas,matanya beralih kepada amplop yang dibuang Jiyeon tadi,mengambil dan membukanya.

Jiyeon tersentak,suaranya tercekat.”Hyunwoo,apa yang kau lakukan?”

Laki-laki itu tidak menjawab,sekilas Jiyeon melihat mata Hyunwoo yang memerah,apa dia menangis untukku?,Batin Jiyeon.

Hyunwoo melangkah kerah Jiyeon,langkahnya terasa berat.Dia tidak bisa menatap Jiyeon,sulit dan terasa menyakitkan.

“Kakimu,apa dia baik-baik saja?” Tanya Hyunwoo,tangannya mengusap dan sedikit memijit telapak kaki Jiyeon.

“Seperti yang disurat itu,kakiku baik-baik saja.Tapi ya,aku tidak bisa melakukan banyak aktifitas,atau kakiku harus lumpuh selamanya” Bisik Jiyeon datar,matanya kembali memanas.

“Kakimu akan baik-baik saja,percayalah padaku”

Wajah Jiyeon memerah,spontan kaki yang sedang dipijit Hyunwoo ditariknya.”Sudahlah Hyunwoo,jangan membuatmu merasa repot”

“Merasa repot?Aissh jinjja,sudah berapa lama kita saling mengenal?Masalahmu adalah masalahku.Jadi lupakan kata-kata repot

Jiyeon menundukkan kepalanya,namja didepannya selalu berhasil merubah suasana hatinya secara mendadak.Andai namja itu bisa sesempurna Cho Kyuhyun,lelaki yang disukainya.

“Aku harus melupakan dance,padahal 3 hari lagi aku akan debut”

Hyunwoo diam,dia mengerti bagaimana perasaan Jiyeon saat ini.Bagaimana rasa sakit saat kita harus melupakan mimpi besar kita.Itu meyakitkan,terlalu sulit diterima.Jiyeon sudah 2 tahun menjadi trainee disalah satu agency terbesar diKorea.Dia berlatih setiap hari demi persiapan debutnya,sampai dia melakukan sebuah kesalahan fatal yang mengakibatkan Debut dan mimpinya harus dikubur untuk selamanya.

=Flashback=

Jiyeon mengambil handuk yang disodorkan Jessica.”Sudah istirahat sana” saran Jessica pada Jiyeon ntah untuk berapa kalinya.Jiyeon keras kepala sekali hari ini.4 Jam berlatih tanpa jeda untuk istiahat sekalipun,itu membuat Jessica khawatir sekaligus sebal karena ucapannya tidak digubris Jiyeon.

“Hm,sebentar lagi.Aku tidak mengerti dengan gerakan tarian di Reff” sahut Jiyeon,kakinya kembali melangkah ketengah ruangan,dengan lincah Jiyeon memutar-mutar tubuhnya.”Aku harus bisa menaklukan dance ini.Kyuhyun pasti akan menoleh kagum saat aku debut nanti.Dan Hyun-woo serta ketakutannya pada dance akan berkurang,aku harus bisa melakukannya”batin Jiyeon.

“Kyaaa”

Jessica menoleh kaget,matanya membulat kaget saat melihat Jiyeon meringis kesakitan,Jessica menghampirinya. “Gwenchana?”tanya Jessica.Jiyeon menggeleng,meringis kesakitan.

“Aku panggilkan Hyunwoo,otte?”Jessica segera menelpon Hyunwoo.”Kau dimana? Oke,aku akan membawa Jiyeon kerumah sakit.Kau tidak usah cemas” Jessica menutup telponnya.Menyeringai sebal kearah Jiyeon.

“Kenapa kau menelpon Hyunwoo? Kenapa tidak Kyuhyun saja?”ujar Jiyeon sebal,Jessica menatap sahabatnya tidak percaya.

“Kau ini buta,ha? Kyu itu sangat sibuk,dan Hyunwoo..”ucapan Jessica terputus saat melihat kaki Jiyeon berdarah.”Cepat,kita harus kerumah sakit”

=flashback End=
 
Next? Ini FF pertamaku,Ditunggu Comment nya,ne?

FF Cherry Blossoms



Cherry Blossoms


Percaya pada impianmu, dan perbanyaklah harapanmu sebanyak helai daun pohon “ cherry blossoms “

Cap : 1. Masa lalu

Jadi, apa hal yang dapat membuatmu menangis dan tersenyum dalam waktu yang bersamaan ? Apa karena melihat seorang idolamu berjalan sembari tersenyum kearahmu ? Atau ketika melihat seseorang yang kau sayangi terbaring lemah didipan rumah sakit sembari membisikkan janji bahwa ia akan terus hidup. Hidup untuk bersamamu selama yang ia mampu, hidup untuk menjagamu dengan badanya yang lemah.

Lihatlah, jika kau melihat pemandangan itu dengan kedua matamu, apa masih ada hal yang mampu menghentikan air matamu yang mengalir dengan senyuman yang masih terkembang ?

12 tahun yang lalu,

Seohyun tergugu, mendekap lututnya erat-erat, sesekali mengahapus air matanya dengan ujung sweater merah mudanya yang telah lembab. Wajahnya benar-benar kusut, sudah lama ia menangis sepertinya. Menangis diujung lorong rumah sakit, sendirian.

Ia menangis bukan karena keegoisan seorang anak kecil karena tidak diizinkan membeli sesuatu oleh orangtuanya. Tapi, ia menangis tersedu karena kakak laki-laki satu-satunya terkapar lemah karena penyakit jantung bawaan. Shi Yoon, kakaknya yang lemah. Yang membuat Seohyun menangis sepanjang tahun karena melihat betapa lemah kakaknya itu.

“ Masih ingin menangis ? “

Tangis Seohyun terhenti, mendongakkan wajahnya keatas, ada seseorang yang menyapa. Sebenarnya ia sangat malas acara tangisnya diganggu orang lain. Tapi kali ini, ia berusaha menghentikan tangisnya saat seorang anak laki-laki yang tadi menyapanya ikut duduk disebelahnya. Duduk dilantai sembari mendekap lutut. Meniru gaya Seohyun.

“ Ah lihatlah, nuna ini menangis terlalu lama. Wajahnya benar-benar jelek “

Seohyun menoleh galak. Siapa anak laki-laki yang berani mengatainya jelek ? Bukankah semua teman dan gurunya mengakui wajahnya sangat manis ? Dan, bukankah usianya tak jauh beda dengan anak laki-laki itu ?

“ Tidak perlu menatapku seperti itu, nuna “

Seohyun mendengus sebal, menghapus bekas tangisnya sejenak kemudian. Berdiri, ingin meninggalkan anak laki-laki menyebalkan itu. “ Aku tidak jelek, asal kau tahu. Dan aku juga tidak setua yang kau bayangkan “

“ Apa ada orang yang lebih jelek daripada gadis kecil yang menangis diujung lorong, sendirian ? Menangis dengan menekuk kepala dan menutup wajah, membuat setiap orang yang melihatnya kasihan ? “

Seohyun kembali mendengus sebal, melangkah pergi. “ Terserah apa katamu, tapi setidaknya sikapmu terlalu berlebihan untuk anak berusia 7 tahun “

Anak laki-laki itu tertawa, membiarkan Seohyun melangkah pergi. Namun sejenak kemudian, ia tersadar. Bagaimana mungkin gadis kecil itu dapat menebak umurnya dengan benar ? Ah, sudahlah. Mungkin saja gadis kecil itu mengenalnya lewat panggilan suster setiap kali ia akan memasuki ruang pemeriksaan. Bukankah ia sudah cukup lama bersahabat dengan seluruh senti dari Rumah Sakit ini ?

Anak laki-laki itu bangkit dari duduknya sesaat setelah namanya terdengar diresepsionis, saatnya pemeriksaan. Ini sudah aktifitas tahunan baginya.

------------

Sesungguhnya Seohyun tidak tahu anak itu bernama Kyuhyun, juga tidak tahu jika ia berumur 7 tahun. Seohyun hanya mengira-ngira, menerka dengan melihat postur tubuh kurus anak laki-laki itu.

TBCC~~~